RSS

RESUME BUKU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

04 Jun

NAMA              : FERA ASMARITA

NIM                   : A1B211076

PRODI              : PEND. BAHASA INGGRIS

FAKULTAS     : FKIP

MK                    : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEMESTER     : 1 (satu)

TUGAS             : RESUME BUKU AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS JAMBI

 

 

Judul buku       : Pendidikan Agama Islam Untuk Kelas 1 SMU

Penerbit             : Yudhistira

Tahun               : 1994

Penulis               : Drs. Ahmad Syafi’i Mufid, M.A. dkk.

Tebal halaman : 182


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 1

DINUL ISLAM

Dinul Islam diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah Agama Islam. Agama merupakan peraturan dan undang-undang bagi manusia agar tidak kacau. Islam adalah agama Allah untuk seluruh umat yang mengatur hidup nya agar selamat bahagia dunia dan akhirat.

Tujuan Dinul Islam merupakan arah yang mesti dicapai oleh setiap muslim dan muslimat, dengan mengetahui tujuannya akan menimbulkan gairah mengabdikan diri kepada Allah SWT.

  1. A.      PENGERTIAN DINUL ISLAM

Pengertian Dinul Islam dapat dilihat dari segi bahasa dan segi istilah

Menurut bahasa Dinul Islam terdiri dari dua kata

  1. Addin berarti peraturan, undang-undang, pedoman, agana, tata cara, dan adat istiadat.
  2. Islam yang berarti  selamat-keselamatan atau kesejahteraan.

Menurut istilah Dinul Islam berarti peraturan undang-undang atau qonun yang mengatur kehidupann manusia dalam hubungannya dengan Allah dan hubungannya dengan sesama umat manusia agar tidak mengalami kekacauan dan hambatan.

  1. B.       TUJUAN DINUL ISLAM

Tujuan Dinul Islam dapat disimpulkan menjadi empat macam:

  1. Agar setiap muslim menaati peraturan Allah SWT, Rasul-Nya, maupun peraturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Beriman kepada  Allah SWT. Beraqidah secara benar, menghindari kemusyrikan, kehurafatan dan ketahayulan.
  3. Bertaqwa, beribadah sesuai dengan tuntutan syariat yang berdasarkan atas kemampuan sebagai seorang muslim adalah suatu kewajiban.
  4. Berakhlak mulia, beramal saleh, bergaul dan memelihara hubungan dengan semua makhluk Allah.
  5. C.      RUANG LINGKUP DINUL ISLAM

Dinul Islam meliputi:

Rukun Islam:                                                          

  1. Syahadatain                3.    Zakat                      5.    Haji
  2. Salat                            4.    Puasa

Rukun Iman:

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada Malaikat Allah
  3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
  4. Iman kepada Rasul-Rsaul Allah
    1. Iman kepada Hari Akhir
    2. Iman kepada Takdir baik dan buruk

Batas-batas dinul islam adalah segala yang berakibat kerusakan, baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat dan lingkungan.

Ciri-ciri Dinul Islam

Ciri-ciri khusus yang membedakan agama Islam dengan agama-agama lain di dunia ini yaitu:

  1. Islam adalah agama fitrah

Agama fitrah artinya agama yang sesuai dengan tuntutan fitrah manusia. Misalnya kebersihan, untuk ibadah wajib suci.

  1. Penyempurna agama-agama lain
  2. Pendorong kemajuan
  3. Sebagai pedoman hidup

Syariat Dinul Islam memberikan tuntunan cara beriman yang benar, bertuhan yang jelas.

Bab 2

SUMBER SUMBER HUKUM ISLAM

Kaum muslimin telah sepakat bahwa sumber hukum Islam ada dua yaitu, Al Quran dan Al Hadis (As Sunah).

  1. A.      AL QURAN

Al Quran menurut bahasa ialah bacaan atau yang dibaca.

Adapun definisi Al Quran ialah: kalam Allah yang merupakan mujizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril, dituliskan dalam lembaran yang disampaikan kepada kita secara mutawatir(oleh orang banyak) serta mempelajarinya merupakan ibadah.

Al Quran adalah pedoman hidup bagi manusia, maka Allah menjamin kemurniannya sepanjang masa.

Lengkapnya Al Quran sebagai sumber hukum islam yang pertama adalah kekuatan rohaniah yaang paling hebat sebagaimana yang dinyatakannya sendiri. Sebab hanya dengan Al Quran manusia dapat maju ke arah kesempyrnaan tanpa diiringi keraguan

Al Quran tidak hanya berfungsi untuk dibaca dengan lagu-lagu merdu bukan pula berfungsi hanya untuk musabaqah tilawatil quran (MTQ), tetapi harus difungsikan dalam kehidupan masyarakat, ia harus disosialisasikan.  Al Quran itu adalah “ruh” yang akan memberi kehidupan hakiki bagi merka yang berpedoman kepadanya. Bahwa alquran adalah “syifa” yaitu obat segala macam penyakit rohani yang diderita oleh manusia. Ia adalah “nur’ yang memberi cahaya petunjuk bagi mereka yang berkelana, meraba-raba dalam kegelapan. Ia adalah “Al Huda”,” Petunjuk ke jalan yang lurus dan terang benderang bagi mereka yang sedang musafir menuju kehadirat Tuhannya. Dan akhirnya ia adalah “Ar rahman”, nikamat bagi merekan yang sedang berjuang mencari kebahagiaan.

  1. B.       AL HADIS

Menurut istilah “Hadis” adalah segala yang di ambil dari Nabi Muhammad SAW, baik perkataan maupun perbuatan, ataupun taqrir yang mempunyai hubungand denagn hukum.

Hadis sebagai sumber hukum islamn kedua setelah Al Quran, karena kedudukan dan fungsinya sebagai juru tafsir dan pedoman pelaksanaan yang autenteik terhadap Al Quran.

Al Hadis itu dasar bagi hukum-hukum islam, dan para umat ditugaskan mengikuti Al Hadis (As Sunnah) sebagai sumber kedua ditigaskan mengikuti Al Quran.

Hadis diakui sahih dan tidak berlawanan dengan Al Quran,  kedudukannya sama dengan Al Quran, dalam arti sama-sama wajib diikuti oleh semua umat manusia.

Ringkasnya hadis Nabi adalah pedoman bagi semua orang, bukan hanya pedoman bagi suatu bangsa saja.

  1. C.      IJTIHAD

Ijtihad adalah dasar hukum Islam yang ketiga, sesudah Al Quran dan Al Hadis. Menurut bahasa, Ijtihad berasal dari kata Ijtihada,artinya mencurahkan tenaga, memeras  pikiran, berusaha sungguh-sungguh, dan bekerja semaksimal mungkin.

Ijtihad adalah kemampuan logika muslim dalam menggali kebenaran yang bersumber dari Al Quran dan hadis.

Sebagaimana hasil pemikiran logika pada umumnbya, dapat benar ataau salah, maka demikian pula hasil dari ijtihad. Suatu ijtihad yang salah tidak diaanggap dosa, sebaliknya dimaafkan dan malah diberi satu pahala karena penghargaan terhadap usaha pengabdiab dan penggunaan rasio itu sebagai amanah Allah SWT. Karena itu bila suatu ijtihad benar, maka Allah SWT akan memberinya dua pahala.

 

 

IMAN KEPADA ALLAH

PENGERTIAN IMAN

Iman artinya percaya, iman kepada Allah adalah meyakini adanya Allah Yang Maha Esa, tiada tuhan selain Allah, Allah maha Pencipta, Pengatur, pemelihara alam semesta dengan segala seisinya.

  1. A.      SIFAT-SIFAT ALLAH

Secara ringkas semua sifat itu dalam ilmu Tauhid disebut sifat wajib bagi Allah, mustahil dan jaiz.

Demikian pula ada 20 atau 13 sifat lawannya yaitu mustahil bagi Allah.

  1. Wujud artinya ada, mustahil Allah Adam artinya tidak ada.
  2. Qidam artinya terdahulu tidak ada permulaan, mustahil Allah kudus artinya baru.
  3. Baqa artinya kekal, mustahil Allah fana artinya lenyap.
  4. Mukhaalafatu Lil Hawaadisi artinya berbeda dengan yang baru, mustahil Allah mumaasalatu lil hawadisi artinya sama dengan makhluknya.
  5. Qiyamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri, mustahil Allah qiyamuhu bigairihi artinya butuh kepada yang lain.
  6. Wahdaniyah artinya esa atau satu, mustahil Allah ta’addud artinya berbilang atau bersekutu.
  7. Qudrat artinya kuasa, mustahi Allah ajaz artinya lemah.
  8. Iradat artinya berkehendak, mustahil Allah kaharah artinya terpaksa.
  9. Imu artinya mengetahui, mustahil Allah Jahlun artinya bodoh.
  10. Hayat artinya hidup, mustahil Allah maut artinya mati.
  11. Sama artinya mendengar, mustahi Allah summun artinya tuli.
  12. Basar artinya melihat, mustahil Allah Umyun artinya buta.
  13. Kalam artinyab berfirman, mustahil Allah bukmun artinya bisu.
  14. B.       ASMAUL HUSNA

Sebagaimana yang telah diungkapkan Allah dalam Al Quran bahwa Allah mempunyai Asmaul Husna artinya nama-nama baik dan agung. Asmaul Husna sebanyak 99, sebagai orang yang beriman hendaklah selalu menyebut-Nya.

Nama-nama Allah (Asmaul Husna) yang terbaik itu dissebutkan dalam Al Quran terdapat dalam surat Al Hasyar ayat 22-24 di antaranya:

Ar Rahman artinya Maha Pengasih,

Ar Rahim artiny6a Maha Penyayang,

Al Malik artinya Maha Raja,

Al Quddus artinya Mahasuci,

Al Salam artinya Maha Sejahtera,

Al Mukminun artinya Maha Mengkaruniakan Keamanan,

Al Muhaimin artinya Maha Memelihara

Al Aziz artinya Maha Perkasa,

Al Hakim artinya Maha Bijaksana,

Al Jabbar artinya Mahakuasa,

Al Mutakabbir artinya Maha Memiliki, segala keagungan,

Al Khaliq artinya Maha Pencipta,

Al Bariu artinya Maha Mengadakan, dan Al Mushaiwiru artinya Maha Pembentuk rupa.

Selain itu di antaranya Al ‘Adlu, Al Ghafaru, Al Hakimu, Al Maliku dan Al Hasibu.

  1. C.      FUNGSI IMAN KEPADA ALLAH

Fungsi iman kepada Allah sebagai berikut.

  1. Dengan mengetahui sifat Allah, maka terbayang betapa kebesaran, kekuasaan dan keagungan-Nya yang tidak ada satu makhluk pun yang dapat menyamainya.
  2. Merenungkan kejadian alam dengan segala seisinya.
  3. Dengan iman kepada Allah, menjalankan rukun Islam dan perintah-perintah agama lainnya serta beramal kebaikan akan mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.

 

 

SALAT BERJAMAAH

SALAT BERJAMAAH

Salat berjamaah adalah salat yang dilakukan secara berjamaah (bersama-sama) paling sedikit 2 orang, seorang menjadi imam dan yang lainnya menjadi makmum.

Salat berjamaah dapat dilakukan seorang laki-laki dengan orang laki-laki lain atau seorang perempuan dengan perempuan lain  atau orang laki-laki dengan orang perempuan. Dalam salat berjamaah harus ada salah satu dari jamaah yang menjadi imam salat dan ada juga menjadi makmum atau mengikuti di belakangnya.

  1. A.      IMAM

Imam adalah orang yang memimpin salat, baik salat wajib (maktubah) maupun salat sunat (nafilah). Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW, syarat-syarat yang perlu dimiliki bagi seorang imam adalah sebagai berikut:

  1. Seorang di antara mereka yang lebih baik bacaan Al Quran di bandingkan dengan yang lainnya.
  2. Seseorang yang lebih tua umurnya.
  3. Seseorang yang lebih baik wajahnya atau rupanya.
  4. B.       MAKMUM

Makmum adalah seorang yang mengikuti imam. Salat berjamaah dapat berjalan dengan tertib dan lancar serta sah, perlu di perhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Makmum hendaklah berniat mengikuti imam, sedangkan bagi imam disunatkan berniat menjadi imam.
  2. Makmum supaya selalu mengikuti segala yang dikerjakan oleh imam seperti pindahnya dari rukuik ke rukuk.
  3. Makmum dan imam hendaklah dalam satu tempat.
  4. Tidak ada dinding yang menghalangi imam kecuali bagi jamaah muslimah di masjid atau musala, hendaklah diberi dinding penyekat, seperti kain dan sebagainya.
  5. Makmum jangan mendahului imam atau memperlambat diri dengan gerak salat imam, seperti imam belum takbir makmum sudah takbir, atau imam sudah sujud makmum baru rukuk.
  6. Makmum dengan imam hendaklah sama salatnya, seperti salat asar dengan salat asar, namun begitu untuk mencari keutamaan jamaah jika tidak bersamaan dengan orang yang salat fardu, boleh mengikuti salat sunah, karena sama aturannya.
  7. Makmum tidak boleh mengikuti imam apabila imam tersebut sudah batal atau berhadas, seperti imam kentut atau imamnya bukan orang islam.
  8. Makmum Masbuk

Makmum masbuk ialah makmum yang datang terlambat, untuk mengikuti imam salat jamaah, karena imam sudah  rukuk atau sujud. Untuk inni, makmum masbuk tetap membaca takbiratul ikhram dengan niat makmum. Selanjutnya mengikuti apa yang sedang dikerjakan oleh imam. Jika imam sudah duduk tawaruk atau duduk iftirasy, makmum mengikutinya tanpa membaca Al Fatihah sebab bacaan Al Fatihah bigi makmum masbuk sudah ditanggung oleh imam.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya:

“Apabila salah satu di antaramu mendatangi salat jamaah sedang imam dalam suatu hal atau keadaan, maka hendaklah ia salat atau mengerjakan salat seperti yang dilakukan oleh imam.” (H.R. Imam Tarmizi)

Makmum dapat dihitung mendapat satu rakaat, jika makmum dapat mengikuti rukuk bersama-sama imam, sekalipun makmum belum sempat mmembaca Al Fatihah.

  1. Perempuan bagi makmum laki-laki,
  2. Banci bagi makmum laki-laki
  3. Perempuan bagi makmum banci,
  4. Orang yang pandai membaca Al Quran makmum kepada orang yang tidak dapat membaca Al Quran.
  1. C.      CARA MENEGUR IMAM

Imam salat adalah orang yang menjadi pemimpin dalam salat jamaah. Ia dapat juga khilaf dalam melaksanakan tugasnya sebagai imam. Oleh karena itu, dalam syariat islam sudah di atur tentang cara menegur imam. Adapun tata cara menegur imam pada waktu salat adalah:

  1. Makmum laki-laki dengan membaca kalimat subhanallah, jika diingatkan sekali masih belum berubah membaca subhanallah yang ke 2 sampai ke 3. Jika setelah diingatkan dengan Subhanallah sampai ketiga kali imam masih belum sadar, kita tunggu mengerjakan salatnya, baru kita mengerjakan bersama-sama imam lagi misalnya: kita salat jamaah zuhur sudah 2 rakaat sedang duduk tawaruf atau duduk membaca Tasyahud awal, tetapi imam tetap berdiri, berjamaah tetap menunggu sampai imam duduk tawaruk.
  2. Bagi makmum perempuan, cara menegur imam yang salah atau keliru dengan bertepuk tangan, yakni memukulkan tangan kanannya dengan tangan kiri  agian atas.
  1. D.      HIKMAH SALAT BERJAMAAH

Adapun hikmah dalam salat berjamaah adalah:

  1. Dapat mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh rasa kesatuan dan persatuan sesama muslim.
  2. Dapat menambah syiar dan suburnya masjid atau musala disebabkan banyak para jamaah salat.
  3. Dapat menambah pahala atau derajat salat, karena dengan salat jamaah akan mendapat pahala atau derajat 27 derajat dari salat sendirian.
  4. Dapat mengholangkan perbedaan ras, pangkat, derajat, pejabat dan rakyat sesama jamaah, sehingga akan terjalin saling kenal mengenal dan sebagainya.
  5. Dapat menghilangkan kesan, merasa orang kuat atau kaya, sebab sudah meresapnya perasaan lahir dan batin sebagai hamba Allah SWT yang sama-sama lemahnya.

MACAM-MACAM SUJUD

  1. A.      PENGERTIAN SUJUD

Menurut bahasa ialah meletakkan tujuh anggota badan di tanah (hamparan). Tujuh anggota yaitu: dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dua ujung telapak kaki. Sedangkan menurut istilah ialah menghormati, memuliakan saesuatu yang dipandang mempunyai nilai lebih. Sujud dalam arti penghormatan sebagaimana dilakukan oleh para malaikat kepada Nabi Adam A.S

Firman Allah SWT yang artinya:

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada malaikat: “sujudlah kamu kepada Adam” maka sujudlah mereka.”(QS. Al Baqarah :34)

Adapun sujud menurut syariat adalah menghambakan diri kepada pencipta alam semesta dengan meletakkan tujuh anggota badan di tanah. Sujud memperhambakan diri semata-mata kepada Allah SWT.

  1. B.       MACAM-MACAM SUJUD
  2. 1.        Sujud Tilawah

Sujud tilawah artinya sujud bacaan. Disunatkan sujud bagi orang yang membaca ayat-ayat sajadah, begitu pula orang yang mendengar. Apabila yang membaca melakukan sujud, mereka yang mendengar atau makmum sujud pula, tetapi apabila membaca tidak sujud yang mendengar tidak pula disunatkan sujud. Sujud tilawah dapat dilakukan ketika salat maupun di luar salat. Di dalam salat diawali dengan takbir kemudian sujud, lalu berdiri lagi melanjutkan salat. Juga diperbolehkan orang salat dengan sengaja membaca ayat sajadah untuk sujud tilawah. Jika mengerjakan sujud tilawah diluar salat, maka harus ada beberapa syarat dan rukun.

Syarat-syarat sujud tilawah ada 3.

  1. Suci dari hadas dan najis
  2. Menghadap kiblat.
  3. Menutup aurat.

Rukun sujud tilawah ada 4

  1. Niat
  2. Takbiratul ihran.
  3. Memberi salam sesudah duduk.
  4. 2.        Sujud Syukur

Sujud syukur artinya sujud terima kasih karena mendapat nikmat (keuntungan) atau karena terhindar dari bahaya kesusahan yang besar. Sujud syukur hukumnya sunat.

Bacaan sujud syukur:

١للھم ١عنى عل ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Perbandingan sujud tilawah dengan sujud syukur

  1. Syarat dan rukun kedua sama.
  2. Kedua sujud itu hanya satu kali saja.
  3. Sujud tilawah disubatkab dalam salat dan di luar salat, tetapi sujud syukur hanya di sunatkan di luar salat, tidak boleh dilakukan di dalam salat.

 

IMAN KEPADA MALAIKAT

  1. A.      MALAIKAT DAN TUGASNYA

Menurut istilah definisi malaikat ialah makhluk Allah yang gaib yang selalu taat dan patuh melaksanakan tugas perintah Allah SWT.

Mengimani dan mempercayai adanya yang gaib terutama malaikat adalah rukun iman yang kedua. Malaikat sebagai makhluk gaib utusan Allah jumlahnya banyak sekali, hanya saja yang dapat kita ketahui melalui informasi nas Al Quran maupun hadis nabi ada sepuluh nama beserta tugas-tugasnya.

Nama dan tugas-tugas malaikat.

  1. Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu dari Allah kepada para Nabi dan Rasul.
  2. Malaikat Mikail, bertugas menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, membagi rizki atau karunia atai izin Allah SWT dan lain sebagainya.
  3. Malaikat Israfil, tugasnya meniup sangkakala (terompet) di hari kiamat dan hari kebangkitan setelah mati kelak.
  4. Malaikat Izrail, tugasnya mencabut nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya.

5/6. Malaikat Raqib dan Atid, bertugas mencatat amal perbuatan manusia di dunia.

7/8. Malaikat Munkar dan Nakir, keduanya bertugas menanyai manusia yang telah mati dalam alam kubur tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, siapa nabinya, dan siapa imamnya.

  1. Malaikat malik, bertugas menjaga neraka dan memimpin malaikat penyiksa penghuni neraka.
  2. Malaikat Ridwan, mendapatkan tugas menjaga surga dan memimpin para malaikat pelayan surga yang penuh damai dan kenikmatan.
  3. B.       KEDUDUKAN MANUSIA DAN MALAIKAT

Manusia diciptakan Allah SWT berasal dari tanah liat, sehingga lahirnya dapat diamati dengan indra manusia. Sednag malaikat tercipta dari unsur nur atau cahaya sifatnya gaib, sehinggatidak dapat dilihat atau dirasakan dengan pancaindra manusia. Termasuk di dalamnya adalah jin, iblis, dan setan, yang diciptakan oleh Allah dari api.

Di antara makhluk-makhluk Allah tersebut, manusia, malaikat, jin, iblis dan setan, maka yang paling mulia adalah manusia itu sendiri.

Kelebihan-kelebihan manusia di bandingkan makhluk lain, walaupun sebagai makhluk dhahir, yang berjasad keras, namun di karuniai akal yang tidak di karuniakan kepada yang lain.  Dikaruniai nafsu, namun dapat di kendalikan dengan hati nurani, sehinga dapat menjadi motivasi dan semangat dalam menghambakan diri kepada Allah SWT.

Kedudukan manusia akan tetap mulia dannn sebaik-baiknya diciptttakan dan tidak ada yang ditempatkan pada tempat yang serendah-rendahnya, apabila manusia itu beriman dan beramal saleh, maka balasan mereka pahala yang tidak ada putuuus-putusnya.

Sebagai kenyataan Allah SWT menghendaki akann kemuliaan manusia sebagai berikut:

  1. Manusia dijadikan di muka bumi sebagai khalifah.
  2. Allah SWT memerintahkan kepada malaikat untuk sujud kepada Adam AS.
  3. Malaikat tidak dapat menjawab pertanyaan tentang nama-nama, ilmu pengetahuan, sedangkan Adam dapat karena diberi ilmu dan diajarkan kepadanya.
  4. Kepatuhan malaikat kepada Allah, karena sudah tabiatnya, karena malaikat tidak memiliki hawa nafsu, sedangkan manusia kepatuahnnya bkepada Allah SWT.

 

TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab yaitu sesuatu yang wajib dikerjakan. Adapun syarat-syarat seorang dibebani tanggung jawab ada 2, yaitu:

-            Balig

-            Berakal sehat

  1. A.      TANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI
  2. Menjauhkan diri dari segala yang membinasakan
  3. Beribadah
  4. Merwat kesehatan
  5. Menjaga diri dari perbuatan dosa
  6. Memilih kawan dalam pergaulan
  7. B.       TANGGUNG JAWAB TERHADAP KELUARGA
  8. Memberikan nafkah lahir
  9. Memberikan pendidikan
  10. Bersikap halus dan kasih sayang terhadap keluarga.
  11. Bersenda gurau dengan istri
  12. C.      TANGGUNG JAWAB TERHADAP MASYARAKAT
    1. Tidak berbuat merugikan                6.    Adil
    2. Ramah tamah                                  7.    Jujur
    3. Tawadu’                                         8.    Suka menolong
    4. Menjalin silaturahmi                       9.    Harga-menghargai
    5. Suka memaafkan                            10.  Amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang halus.
  13. D.      TANGGUNG JAWAB RHADAP AGAMA
    1. Belajar
    2. Beramal
    3. Dakwah
    4. Menjaga persatuan dan kesatuan antarsesama umat Islam
  14. E.       TANGGUNG JAWAB TERHADAP BANGSA DAN NEGARA
    1. Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang menggangggu keamanan negara.
    2. Wajib taat kepada pemerintah.
  15. F.       TANGGUNG JAWAB TERHADAP PELAKSANAAN KERJA

Kewajiban dalam pekerjaan

  1. Memilih jenis pekerjaan yang tidak terlarang, tapi terpuji.
  2. Bekerja dengan penuh perhitungan sehingga menghemat biaya, tenaga dan waktu.
  3. Bekerja tekun dan bersemangat.
  4. Ingat waktu jangan menggunakan waktu istirahat atau ibadah.
  5. Jika bekerja di tempat orang lain atau pemerintah:

-       Jangan mengaku mampu, tetapi sebenarnya tidak mampu.

-       Jangan mengecewakan.

-       Bekerja dengan ikhlas tanpa pamrih.

-       Jangan merugikan pihak lain.

-       Kerja penuh semangat dengan tekun.

 

ISLAM DI INDONESIA

  1. A.      MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
  2. 1.        Penyebaran Agama Islam

Penyebaran Agama Islam yang sangat pesat ini disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Faktor Agama Islam (aqidah, syariat, akhlak), yang sesuai dengan fitrah manusia, harkat dan martabat manusia.
  2. Masuknya Islam dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat, tidak perlu bertahbisan atau tata upacara semacamnya.
  3. Faktor mujahid dakwah yang terdiri dari mubalig dan saudagar yang berakhlak mulia, penuh hikmah,
  4. Faktor wajib dakwah. Setiap pribadi muslim dituntut dan dituntun untuk melaksanakan wajib dakwah.
  5. Pernikahan antara juru dakwah khususnya dan umat Islam pada umumnya dengan orang yang baru masuk Islam pernikahan ini melahirkan generasi pelanjut yang menganut, menyebarkan dan memperjuangkan Islam.
  6. Pembauran salah satu aspek akhlak Muslim adalah akhlak terhadap nonmuslim, seperti sikap jujur, ikhlas. Menghargai sesama manusia. Akhlak umat islam yang baik terhadap orang nonmuslim menimbulkan simpati mereka. Sehingga  merupakan awal untuk mendapat hidayah masuk Islam.
  1. a.        Penyebaran Islam di Sumatra

Islam pertama kali masuk ke Indonesia di pulau Sumatra, yaitu abad VII Masehi. Daerah yang penduduknya mula-mula beragama Islam adalah di daerah Perlak di Aceh Timur. Kerajaaan Islam pertama berdiri di Perlak antara (255-261 H) atau (840-972 M).

Kerajaaan Perlak mengenal dua kelompok dan fase kekuasaan. Fase pertama, Perlak dipimpin dinasti Sayid atau Aziziyah, pendatang Persia yang menetap di Perlak.dinasti kedua, kerajaan dipimpin oleh penduduk pribumi dikalangan Meural dengan pusat pemerintahan di Tunong. Putri Raja Muhammad Amin Syah yang memerintah (1225-1263 M) yang bernama Ganggang Sari menikah dengan Marah silu yang bergelar Malikus Saleh pendiri kerajaan Samudra Pasai.

Tidak jauh dari Perlak  berdiri pula Samudra Pasai. Raja pertama yang massuk Islam adalah Marah Silu yang bergelar Al Malikus Saleh. Orang menganggap Samudra Pasai adalah kelanjutan kerajaan Perlak. Syiar Islam yang memancar dari Perlak ini memanggil hati umat Islam di Nusantara untuk memperdalam ilmu agama di sana.

Maulana Malik Ibrahim setelah belajar Agama Islam di Samudra Pasai menjadi penyiar Islam yang utama di Pulau Jawa. Termasuk salah seorang Wali Sanga. Kesultanan Samudra Pasai mendapat pengukuhan dari Bani Mamluk Mesir. Kesultanan ini dilanjutkan oleh Sultan Malikuz Zahir (1247-1321 M) dan Sultan Ahmad Bahiara Syah (1321-1349 M) serta Sultan Zainal Abidin (1383-1405M). Beliau memiliki dua orang anak, Malik Ibrahim dan Ibrahim Asmara yang berdakwah ke Majapahit. Malik Ibrahim wafat di Gresik. Ibrahim Asmara melahirkan Maulana Ishak mubalig yang datang ke Blambangan dan mempunyai anak bernama Raden Paku yang bergelar Sunan Giri.

Antara Aceh dan Portugis sering terjadi perselisihan. Benih-benih anti kafir, anti orang asing mulai tumbuh. Aceh, Demak dan Palembang menggalang ukhuwah Islamiyah menggempur Portugis di Malaka pada tahun 1513 M. Peristiwa penyerangan pertama ini merupakan benih persahabatan dan persatuan Umat Islam Indonesia. Portugis balik menyerang Aceh pada tahun 1521M. Sultan Salahuddin memerintah antara tahun 1522-1537M, digantikan adiknya Sultan Alaudin Riayat Syah (1537-1568).

Zaman pemerintah Sultan Iskandar Muda (16071616 M) Aceh mencapai puncak keemasannya. Portugis di Malaka kembali diserangnya pada tahun 1629 M.

  1. b.        Masuknya Islam ke Minangkabau

Menurut catatan sejarah dari dua arah. Pertama dari arah timur melalui daerah Siak. Sehingga orang taat dan alim disebut “Urang Siak”.

Arah kedua Islam masuk dari Aceh, inilah yang lebih kuat. Pada pertengahan abad XIV Islam telah mulai masuk ke Minangkabau yang dibawa oleh para pedagang. Mereka singgah di derah pelabuhan pesisir barat Minangkabau seperti Tiku, Pariaman, Padang, Salido, Indrapura di Kerinci sampai ke Bengkulu.

Setelah mendengar tentang Islam di Aceh, Syek Burhanuddin kelahiran Sintuk Pariaman pergi belajar mendalami ajaran agama kepada Syek Abdur Rauf. Sekembali dari Aceh, Syek Burhanuddin mengembangkan Islam di desanya Sintuk, kemudian hijrah ke Ulakan di Pariaman juga.

Sejak abad XIV itu tersiarlah Islam di Minangkabau dari Ulakan. Masuknya Islam ke Minangkabau membawa perubahan sosial dan adat istiadat.

  1. c.         Masuknya Islam di Pulau Jawa

Pada tahun (674-675M) ada utusan penyelidik khalifah Bani Umayah datang ke Pulau Jawa. Utusan ini kembali ke semenanjung Arabia menyampaikan hasil pengamatannya. Mereka menyampaikan bahwa penduduk Jawa sangat kuat beragama Hinduyang tercermin pada budaya dan adat istiadatnya.

Kemudian, dakwah Islam mulai semarak di Pulau Jawa setelah kedatangannya para mubalig dari Samudra Pasai. Rombongan dipimpin Maulana Malik Ibrahim, menjejakkan kakinya di Gresik Jawa Timur. Dari Pantai Gresik inilah menyebar ke Demak, Cirebon dan Banten bahkan ke daerah pedalaman. Penyebar Agama Islam di Pulau Jawa di kenal dengan sebutan “Wali Sanga”.

  1. Maulana Malik Ibrahim
  2. Raden Rahmad (Sunan Ampel)
  3. Raden Rahmad (Sunan Giri)
  4. Maulana Ibrahim (Sunan Bonang)
  5. Raden Mas syahid (Sunan Kalijaga)
  6. Syariffudin (Sunan Drajat)
  7. Jakfar Shadiq (Sunan Kudus)
  8. Umar Said (Sunan Muria)
  9. Fatahillah (Sunan Gunung Jati)
  1. d.        Penyebaran Islam ke Kalimantan

Sebagaimana daerah lain di Indonesia pada awalnya masyarakat Kalimantan beragama Hindu, di bawah kekuasaan Majapahit. Runtuhnya Majapahit pada tahun 1485 M, menimbulkan pemberontakan perebutan kekuasaan. Raja Banjar minta bantuan Sultan Demak. Demak dapat mengabulkan permintaaan Raja Banjar, apabila pihak kerajaan dan penduduknya bersedia masuk Islam. Syarat ini diterima Raja Banjar.

Kemudian kerajaan Islampun berdiri, dengan raja pertama bergelar Suryanullah atau Suriansyah (1590-1620M). Daerah Kalimantan pertama yang dimasuki Islam pertama adalah di Brunei pada tahun 1511M. Kota Sambas adalah gerbang masuknya Islam untuk Kalimantan Barat sekitar abad XVI.

Kerajaan Kota Waringin masuk Islam pada tahun 1620 M. Kerajaan Kutai sejak pemerintahan Pangeran Dipati Tua (1700-1720M) telah menganut Islam. Setelah itu memerintah 7 orang Sultan yang beragama Islam.

  1. e.         Masuknya Islam ke Sulawesi

Pada awalnya penduduk Sulawesi kebanyakan penganut kepercayaan animisme, dinamisme di samping Agama Hindu. Agama Islam berbarenagn dengan masuknya Agama Kristen ke Sulawesi yang didukung VOC. Karaeng Tonigallo adalah Raja Goa pertama, masuk Islam pada tahun 1603 M.

Sultan Hasanuddin adalah pewaris tahta kerajaan, (1653-1669M) sekaligus penerus dakwah Islam. Beliau menyempurnakan dakwah Islam ke bagian Selatan Sulawesi, bahkan ke Nusatenggara. Beliau mengislamkan daerah Bone 1606 M, daerah Bima 1626 M, daerah Nusatenggara 1628 M, dan daerah Buton 1626 M.

Pada tahun 1666 M terjadiloah perang besar antara Goa dengan sekutu Belanda yang dipimpin Cornelis Janszoon Spellman, Bugis di bawah Aru Palapa, dan orang Ambon dipimpin Kapten Jonker. Secara serempak Belanda menggempur Makasar dari berbagai penjuru darat dan laut.

Pada waktu kerajaan Goa berdiri di bagian selatan Sulawesi, di bagian Utara berdiri pula kerajaan Bolaang Mongondo yang beraga Kristen. Mubalig Bugis datang menyiarkan Islam ke bagian utara pada abad XVIII, yang dipelopori oleh Hakim Bugis dan Imam Tuwako, secara perlahan masyarakat kalangan bawah mendapat ilahi, hijrah dari Nasrani ke Islam. Pada tahun 1844 M Raja Yacobus Manuel Monopo masuk Islam seara terang-terangan. Sejak saat itu penduduknya berbondong-bondong memeluk Islam.

Berpindahnya Umat Nasrani menjadi Islam disebabkan beberapa hal:

  1. Tertarik kepada kepribadian akhlak mubalig Muslim.
  2. Agama Islam dan Nasrani sama-sama termasuk Agama Samawi.
  3. Mubalig Islam dari Bugis dan Arab lebih mampu menjelaskan masalah ketuhanan.
  4. Terputusnya bantuan dan dukungan pemerintah Hindia Belanda, yang selama ini diberikan VOC.
  1. f.         Penyebaran Islam ke Nusatenggara

Daerah yang mula-mula masuk Islam adalah Lombok, yaitu abad XVI. Mubalig Islam dari Makasar menyebrangi laut, suku Sasak yang mula-mula merasakan nikmatnya menjadi orang Islam.

Gunung Tambora meletus pada tahun 1815 M, menelan korban yang tidak sedikit jumlahnya. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh H. Ali seorang mubalig, cendekiawan, dan pemimpin muslim Sumbawa untuk menyadarkan penduduknya tentang kekuasaan Allah SWT. Himbauan ini menyentuh hati mereka, sehingga yang baru masuk Islam semakin kuat imannya dan yang lain beramai-ramai masuk Islam.

  1. g.        Penyebaran Islam ke Maluku dan Irian

Propinsi Maluku terdiri dari Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailoho. Umumnya penduduk menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Ternate adalah daerah yang pertama dimasuki Islam. Zainal Abidi, Raja Ternate pada tahun 1495 M pernah belajar Islam kepada Sunan Giri. Islam masuk ke Ternate jauh sebelum itu.

Sedangkan Jailoho masuk Islam bersamaan dengan Tidore. Kerajaan Islam berdiri di Jailoho pada tahun 1521M. Penyebaran agama Islam ke Pulau Irian berasal dari pulau Bacan. Mubalig Bacan mulai berdakwah pada abad XVII di Pulau Waigewo, Solawati, Misool dan Waigama.

  1. B.       PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Pada awalnya Islam diperkenalkan dan dianut umat adalah yang sesuai dengan sunah Rasul atau Sunny, karena mahzab belum dikenal waktu itu. Mahzab Syi’ah pernah masuk ke Nusantara, tapi hanya dianut oleh keluarga Raja Kuntu Kampar. Pada umumnya, dalam bidang akidah, mahzab Ahlus Sunnah wal jamaah banyak di anut umat. Walau demikian, paham keagamaan yang baru juga muncul dan berkembang di Indonesia. Di antara faham tersebut pada tahun 1917 M aliran Ahmadiyah masuk ke Indonesia. Pembawanya bernama Abu Bakar Ayub yang mula-mula berdakwah di Aceh, kemudian Padang dan Jakarta. Ahmadiyah terdiri dari dua sekte, Ahmadiyah Qadyani dan Ahmadiyah Lahore. Ahmadiyah Qadyani berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad (1835-1909M) adalah Nabi dan Rasul terakhir yang mendapat wahyu dari Allah SWT. Sedangkan Ahmadiyah Lahore beriktiqad bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi dan rasul, melainkan seorang mujaddid. Kedua aliran ini ada penganutnya di Indonesia tapi pengaruhnya tidak besar.

Dalam bidang hukum Islam atau Fiqh di antara mahzab yang ada, mahzab Syafi’ilah yang banyak di anut di Indonesia. Diperkirakan mahzab Syafi’i masuk ke Indonesia sekitar abad XIII, mahzab ini banyak di anut karena kaidah standar hukum fiqhnya mudah menyesuaikan dengan adat kebiasaan di negeri ini.

Pada masyarakat Patrilineal seperti suku Batak, Jawa, Sunda, Bugis dan lain-lain harta suku dibawah kekuasaan anak laki-laki, sedangkan masyarakat Matrilineal seperti Minangkabau, harta hak milik adat dikuasakan kepada wanita, sedangkan kaum laki-laki punya kewajiban mengawasi harta-harta suku tersebut.

Perkembangan mahzab tasawuf berlangsung melalui perdagangan, proses islamisasi. Penganut tasawuf diperkirakan masuk ke Indonesia abad XIII, namun baru memasyarakat pada abad XVI dan XVII. Tarikat yang berpengaruh di Indonesia adalah Tarikat Qadariyah, Naksabiyah, Sammaniyah, Syatariyah, Rifa’iyah, dan lain-lain.tarikat Rifa;iyah terkenal dengan ajarannya berupa penyiksaan diri seperti debus, menari di atas kaca, sepak bola api dan lain-lain. Tarikat Sammaniyah bila berzikir senantiasa dikeraskan. Tarikat Satariyah dipimpin oleh Syek Kuala, dan Syek Yusuf Banten.

Tarikat Naqsabandiyah masuk ke Minagkabau dari Mekah. Tarikat ini berhaluan ortodox. Dari naskah Kitab Bonang diketahui bahwa sejak Pra-Islam Renungan mistik telah membudaya, karena pengaruh Hindu dan Budha, baik mistik ortodox maupun mistik heterodox.

Di samping kitab Bonang, naskah primbon juga menggambarkan mistik Jawa PraIslam dalam Suluk dan Primbon tersebut seringkali didapat paham mistik yang disebut Manunggaling Kawula Gusti, atau menyatu dengan Tuhan. Para wali senantiasa bermuzakarah untuk meluruskan pemahaman dan pengalaman agama. Pernyataan seorang wali bernama Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang tentang Manunggaling Kawula Gusti yang menganggap dirinya adalah penjelmaan Tuhan, telah mendapat sanggahan hebat dari kalangan wali-wali lainnya. Musyawarah mufakat dewan para wali akhirnya melakukan kesepakatan dimana mereka sependapat Syekh Lemah Abang dinyatakan sesat dan ia dijatuhi hukuman mati.

HAL-HAL YANG MERUSAK IMAN

Diantara hal-hal yang dapat merusak iman antara lain sebagai berikut:

  1. A.      RIYA

Riya artinya memperlihatkan diri kepada orang lain. Maksudnya beramal bukan karena Allah melainkan karena manusia. Orang riya beramal bukan atas dasar ikhlas, melinkan agar mendapat sanjungan dan pujian dari orang. Karena itu orang riya rajin beramal, beribadah dan bekerja apabila ada orang yang melihatnya dan mau memujinya. Riya sangat erat hubungannya dengan takabur, orang yang riya dapat menjadi takabur dan orang takabir dapat menjadi riya.  Ada beberapa macam riya antara lain:

  1. Riya dalam niat, yaitu memberikan sesuatu kepada orang lain bukan karena dengan niat yang ikhlas, tetapi ingin dipuji orang.
  2. Riya dalam perbuatan

Orang yang riya dalam perbuatan biasanya bersikap sombong dan angkuh, seolah-olah hanya dia sendiri yang paling cakap, penting dan diperlukan di masyarakat.

  1. Riya dalam beribadat

Seseorang mau melaksanakan salat, membaca Al Quran bila ada yang melihatnya, tetapi bila tidak ada yang melihat, maka dia enggan beribadah. Seorang siswa mau melaksanakan salat bila dilihat oleh guru agamanya, bila guru agamanya tidak melihatnya, maka ia enggan melaksanakan salat.

Bahaya Riya

Adapun bahaya riya antara lain:

  1. Dapat menumbuhkan sifat sombong.
  2. Malas beramal bila tidak disanjung.
  3. Menghilangkan pahala amal saleh
  4. Termasuk perbuatan syirik kecil
  5. Dibenci Allah dan Rasul-Nya.
  6. B.       TAKABUR (SOMBONG)

Takabur artinya membesarkan diri, yaitu menganggap bahwa dirinya lebih besar dari orang lain. Apabila seseorang bersikap dan beranggapan bahwa dirinya lebih dari segala-galanya dari orang lain, maka dia telah bersikap takabur. Biasanya orang takabur suka mencela orang lain, sehingga tidak melihat dan mengetahui aib dirinya.

Sifat takabur sangat membahayakan manusia karena:

  1. Sifat takabur adalah sifat iblis laknatullah.
  2. Sifat takabur menolak kebenaran.
  3. Tidak mau menerima nasihat.
  4. Menjerumuskan ke dalam neraka
  5. Dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.
  6. C.      NIFAQ

Nifaq mengandung pengertian berucap atau berkata tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan kata lain: lain di mulut lain di hati.

Orang yang mempunyai sifat nifaq disebut munafik. Orang munafik sanga berbahaya, karena mereka merupakan musuhh dalam selimut. Mereka mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, padahal di dalam hatinya ingkar terhadap apa yan telah di ucapkannya itu.

Ciri-ciri orang munafik dalam kehidupan sehari-hari seringkali berkata dusta, ingkar janji, berkhianar dan sebagainnya.

  1. D.      FASIK

Fasiq yaitu orang-orang yang durhaka kepada perintah Allah SWT dan berkelakuan jahat, buruk, dan sejenisnya. Orang fasik juga memilih jalan yang sesat dari Allah SWT dikarenakan terdorong oleh rasa dengki yang ada dalam hatinya.

IKHLAS

  1. A.      PENGERTIAN IKHLAS

Menurut bahasa, ikhlas  artinya bening hati, tulus hatiatau suci murni. Menurut istilah, ikhlas artinya melakukan suatu perkerjaan atau perbuatan dengan tulus hati semata-mata karena mengharap rida Allah SWT.

Orang yang ikhlas adalah orang di dalam beribadah atau beamal semata-mata niatnya tulus, murni, karena mencari rida Allah SWT. Dia beramal tidak bercampur karena motif lainnya, seperti ingin dipuji ataupun mencari popularitas, apalagi terpaksa amalnya.

  1. B.       KEUTAMAAN IKHLAS DALAM PERBUATAN MANUSIA

Berikut beberapa keutamaan ikhlas dalam perbuatan manusia.

  1. Ikhlas merupakan syarat diterimanya ibadah atau amal
  2. Ikhlas dapat menghindarkan dari godaan setan
  3. Ikhlas dapat menolong kesulitan manusia
  4. Ikhlas akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman jiwa
  5. Ikhlas merupakan kunci diterimanya doa

Cara melatih keikhlasan

Untuk menjadi manusia mukhlis memang sulit, sebagaimana sulitnya orang beramal secara ikhlas, hal ini karena setan senantiasa mempengaruhi dan menggoda manusia.

Untuk menghindari dari godaan setan kita harus berlindung kepada Allah, dan meningkatkan amal ibadah kita secara ikhlas.

Untuk memiliki sikap ikhlas kita harus melatihnya dalam kehidupan sehari-hari, kita harus membiasakan diri hidup ikhlas.

Adapun cara melatih ikhlas adalah sebagai berikut:

  1. Tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT

Meningkatkan iman dan takwa dengan jalan meningkatkan intensitas kegiatan pembinaan mental rohani.

  1. Perbanyak amal saleh

Meningkatkan dan memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari, memanfaatkan setiap kesempatan dengan amal saleh.

  1. Hindarkan diri dari pergaulan lingkungan nonagamis

Lingkungan sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, karena itu jauhi dan hindarkan suasana lingkungan yang nonagamis.

  1. Perhatikan kehidupan orang yang ikhlas

Amati dengan seksama bagaimana indahnya kehidupan orang-orang yang ikhlas dan usahakan untuk senantiasa dekat dan bergaul dengannya

  1. Introspeksi dan taubat

Perhatikan kehidupan sendiri dan nilailah amal yang pernah dilakukan, apakah sudah benar sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasulnya.

 

 

 
1 Komentar

Posted by pada Juni 4, 2012 in Tugas Kuliah

 

One response to “RESUME BUKU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Learning English Matters

It's about learning a little English every day

Learn British English

New material at http://www.learnbritishenglish.co.uk/ from April 2013

dianaramadhani

Just another WordPress.com site

feraasmarita2012

A topnotch WordPress.com site

Kate, Cracking Up

Cracked in All Ways Except the Illegal Ones

Badarudin | PGSD FKIP UM Purwokerto

Pendidikan Merancang Masa Depan

noviaanjani1593

Just another WordPress.com site

Feraasmarita's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: