RSS

Bahaya Memelihara Kucing di Rumah

14 Nov

Wahhh … buat teman-teman yang suka kucing perlu hati-hati nich .. seberapa bahayanya sich pelihara kucing itu ??

Ternyata memelihara kucing di rumah itu ada risiko tertular beberapa jenis penyakit. Satu yang paling harus diwaspadai, bila membawa penyakit toxoplasma . Nahhh .. Ini sejenis parasit yang hidup di usus kucing. Maka parasitnya berpotensi menulari lewat tinja kucing.

Karena tinja kucing berceceran di sekitar rumah, bisa jadi parasit juga berpotensi tersebar di sekitar permukaan tanah, lantai, dan pekarangan rumah. Parasit juga melekat pada bulu, mulut, dan wadah bekas makan kucing. Nahhh .. tu wilayah yang perlu diwaspadai ya!

Parasit dalam usus kucing ini juga bisa hidup di tubuh manusia. Maka kita sebut penyakit hewan yang bisa juga pada manusia atau zoonosis. Berdekatan hidup dengan kucing berisiko tertular parasit ini. Tenang dulu :) Tentu tidak semua kucing membawa parasit ini. Hanya kucing yang tertular saja yang menjadi sumber penular.

Bukan hanya kucing. Bisa juga anjing, kambing, sapi, kerbau, atau hewan apa saja yang tertular parasit ini. Biasanya hewan yang merumput. Kambing dan kerbau mendapatkannya setelah makan rumput yang sudah tercemar parasit ini. Kotoran kucing yang berceceran terbawa kaki kucing ke rumput yang kemudian dimakan kambing atau hewan pemakan rumput lainnya.

Parasit dalam bentuk kiste yang masuk ke tubuh kambing atau pemakan rumput yang tercemar parasit akan tumbuh di dalam daging. Maka hati-hati makan daging kambing, kerbau, atau sapi setengah matang, jika ternyata ternak tersebut mengidap toxoplasmosis.

Bagi bayi, toxoplasma sama risikonya dengan pada orang dewasa. Namun kelak pada kaum Hawa, parasit ini menimbulkan masalah bila sedang hamil positif toxoplasma. Tahunya berpenyakit, dari pemeriksaan darah di laboratorium, kedapatan positif toxoplasma. Kehamilan dengan toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, kalau bukan anak mati. Maka sebaiknya tidak hamil dulu kalau positif toxoplasma.

Ada jenis penyakit lain yang dibawa kucing, berupa penyakit cacing. Tapi tidak lebih berbahaya dibanding toxoplasma. Cara mencegah agar tidak tertular, dengan menjaga kebersihan. Selain kebersihan lingkungan rumah, juga kebersihan perorangan, khususnya tertib mencuci tangan. Parasit dari sekitar rumah mudah melekat pada jemari tangan. Bila makan tanpa membasuh tangan dengan sabun sampai bersih, maka penularan toxoplasma berlangsung melalui jemari tangan ini.

Yang terpenting jaga kebersihan aja :)

Sumber: http://dhieeewhe.wordpress.com

 
20 Komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2009 in uncategories

 

20 responses to “Bahaya Memelihara Kucing di Rumah

  1. gayul

    Desember 19, 2009 at 5:43 am

    bahaya juga ya ternyata,terima kasih atas infonya, saya juga pecinta kucing soalnya

     
  2. queenmadness

    Oktober 6, 2010 at 3:39 pm

    saya pelihara kucing
    jadi takut nih sama bahayanya

     
  3. vita

    November 4, 2010 at 8:46 am

    Kalau ada yang paling trauma dengan Toxoplasmosis tentulah dia dari kalangan ibu atau para wanita. Betapa tidak, konon Toxoplasma adalah penyebab kemandulan wanita atau hidrocephalus pada bayi yang dilahirkannya.

    Toxoplasma juga erat dihubunga-hubungkan dengan “si meong” yang biasa berkeliaran di sekitar rumah kita. Maka tak heran jika akibatnya si pus lucu yang tak berdosa itu menjadi “kambing hitam” bahkan lebih parah, menjadi “monster” yang dibenci dan ditakuti oleh sebagian orang, terutama ibu-ibu atau para wanita tadi. Sebenarnya apa sih Toxoplasmosis itu? Dan benarkah tuduhan yang ditujukan pada kucing sebagai penyebab timbulnya Toxoplasmosis pada manusia? Tulisan ini mencoba menjawab keresahan yang ditimbulkan akibat kurangnya pengetahuan kita tentang seluk beluk Toxoplasmosis dan cara penularannya.

    Penyakit Toxoplasmosis berasal dari infeksi parasit Toxoplasma gondii, perlu digarisbawahi “parasit” bukan virus seperti yang sering salah kaprah ditudingkan oleh orang-orang yang “emoh” dengan kucing. Parasit Toxoplasma ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop elektron. Toxo artinya lengkung dan plasma artinya bentuk karena memang parasit ini berbentuk seperti bulan sabit jika dilihat dengan mikroskop. Sedangkan gondii diambil dari nama hewan sejenis tikus yang diketahui pertama kali mengandung organisme ini yaitu pada tahun 1908 di Tunisia, sedangkan pada manusia baru ditemukan pada tahun 1923 di Cekoslowakia.

    Bagaimana penularannya pada manusia?

    Pemahaman yang sering berkembang di masyarakat awam adalah bahwa Toxoplasma adalah virus yang terdapat pada bulu atau kotoran kucing dan dapat menimbulkan kemandulan wanita atau cacat (hydrocephalus) pada bayi yang dilahirkannya. Pemahaman ini harus segera diluruskan. Bahwa Toxoplasma bukanlah virus telah dijelaskan di atas. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu: yang pertama, secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya. Kedua, memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang). Ketiga, infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan. Seorang ibu hamil yang terinfeksi Toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital. Dan yang keempat adalah melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis. Itu saja!

    Satu hal yang juga perlu dicermati adalah bahwa penyakit ini tidak mengenal gender, artinya ia tidak saja menginfeksi wanita tapi kaum pria pun tidak sedikit yang terinfeksi. Penyakit ini pada umumnya tergolong penyakit yang asimptomatis, maksudnya tidak menampakkan tanda-tanda klinis pada korban yang terinfeksi. Penderita toxoplasmosis juga tidak selalu menyebabkan kemandulan atau keguguran si jabang bayi, tapi bisa juga menyebabkan radang paru-paru, hydrocephalus, gangguan penglihatan sampai kebutaan. Tapi sering pula tidak menimbulkan gangguan apa-apa. Biasanya Toxoplasmosis akan menampakkan gejala klinis jika ada interkurensi infeksi misalnya dengan virus atau protozoa lain atau pada kondisi stress dan immunosupresi (penurunan daya tahan tubuh, seperti pada penderita kanker dan AIDS).

    Lantas, hubungannya dengan kucing?

    Kucing dan juga hewan-hewan lain dari famili Fellidae seperti cheetah, leopard dan lain-lain merupakan induk semang defenitif dari Toxoplasma gondii, penyebab toxoplasmosis. Jadi seandainya di dunia ini tidak ada kucing dan hewan sebangsanya itu maka parasit toxo pun tak dapat menyempurnakan siklus hidupnya. Tapi lantas bukan berarti kita harus “menghabisi” hewan yang disayang Nabi ini. Tidak semua kucing harus dituduh sebagai penyebab toxoplasmosis, sangat kasihan jika ternyata mereka harus ditelantarkan. Pun sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena pada hakekatnya semua hewan berdarah panas termasuk burung dan mamalia bisa terinfeksi parasit ini, yaitu sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host). Hanyasaja hewan-hewan intermediated host ini tidak bisa menulari manusia selama kita tidak mengkonsumsinya. Beda dengan kucing. Karena pada usus halus kucinglah Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces/kotorannya. Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi “sangat berdosa” bagi sebagian kita sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya. Ini tidak adil, bukan? Lantas, perlakuan “adil” bagaimana yang seharusnya kita tempuh agar kucing tak lagi tertuduh dan kita juga terhindar dari bahaya? Berikut adalah tipsnya:

    1. Sediakan pasir/tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari.
    2. Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa.
    3. Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, tapi masaklah terlebih dahulu.
    4. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
    5. Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
    6. Hindari memakan daging mentah/setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
    7. Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
    8. Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging/jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya.
    9. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma. 10. Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakannya buang kotoran tidak sembarangan yaitu di kamar mandi sehingga mudah dibersihkan.

    Terakhir, sesungguhnya bukan sebab seseorang memelihara kucing atau tidak, juga bukan karena seseorang “akrab” dengan kucing atau tidak yang membuka peluang terkena penyakit toxoplasmosis ini, melainkan bagaimana cara orang tersebut menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Karena seorang yang teramat “anti” dengan kucing pun bisa saja terinfeksi Toxoplasma jika tidak peduli dengan kebersihan. Misalnya malas mencuci tangan saat hendak makan atau gemar memakan daging mentah / setengah matang. Dan sebaliknya, seorang yang hidup dengan banyak kucing disekelilingnya bisa tetap aman dari toxoplasmosis selama dia peduli dan menjaga kebersihan. Mudah-mudahan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar rumah kita terhindar dari ancaman Toxoplasma yang selama ini menakutkan, hingga kitapun dapat berkata dengan tenang: “Toxoplasmosis, siapa takuuut…!!!”.

     
    • irenfa

      Desember 16, 2011 at 11:57 am

      trims infonya sangat bermanfaat..

       
      • feraasmarita

        Desember 20, 2011 at 10:34 am

        sama2..

         
    • yoanitadeasy

      Februari 8, 2013 at 1:35 pm

      bagus bgt nih artikelnya aq suka bgt kucing..hehe

       
  4. christian bautinja

    Juli 26, 2011 at 7:24 am

    sy punya kucing lincah tapi buntutnya putus

     
  5. vera

    Mei 23, 2012 at 4:24 am

    apa perlu kucing divaksin? tiap brp bulan ya?
    thanks ya :)

     
    • feraasmarita

      Mei 23, 2012 at 6:55 am

      menurut beberapa sumber yg ak dapat, vaksinasi pada kucing hanya bersifat pencegahan. untuk mningkatkan daya tahan tubuh kucing tsb. untuk pemberian vaksinasi rutin itu di lakukan untuk pencegahan penyakit yang parah. pemberiannya bisa dilakukan setiap setahun sekali. semoga bisa membantu… :D…

       
      • Shaafira

        Desember 20, 2012 at 3:52 am

        Hahahaha , iyaa mba .

         
  6. Shaafira

    Desember 20, 2012 at 3:52 am

    Sereeem juga yaa :I

     
  7. friends site

    Januari 3, 2013 at 11:56 pm

    Its such as you read my mind! You seem to grasp a lot approximately this, like you
    wrote the ebook in it or something. I believe that you
    can do with some p.c. to drive the message home a
    bit, however instead of that, this is wonderful blog.
    An excellent read. I’ll definitely be back.

     
    • feraasmarita

      Januari 11, 2013 at 10:42 am

      thanks a lot for your comments,, but I just take this article from other source, that’s not my writing,
      I don’t think my blog is wonderful,,
      but thanks for visited my blog,,

       
  8. flying phobia treatment

    Februari 10, 2013 at 9:06 am

    Hi there to every one, the contents present at this web site are really amazing for people knowledge, well,
    keep up the good work fellows.

     
  9. http://bing.com

    Februari 15, 2013 at 5:06 pm

    I actually Feel blog post, “Bahaya Memelihara Kucing di
    Rumah Feraasmarita’s Blog” was correctly written! I actuallycould not see eye to eye with you even more! Finally looks like I reallydiscovered a blog website worthy of looking through. I appreciate it, Lois

     
  10. Christian Office

    Maret 22, 2013 at 6:39 pm

    Hello my family member! I wish to say that this article is awesome,
    great written and come with almost all important infos.

    I would like to look extra posts like this .

     
  11. chirstian

    Juli 11, 2013 at 7:34 am

    Simply know it The understating of Doppler’s theories played a vital role in the development of telecommunications. However, an individual will filter their pain sensations through cultural, emotional and personal experiences. Such people do find other ways of expressing their faith in a loving God. Do Daily DevotionsI relied immensely on daily devotions to your daily routine. To succeed, you must apply this to your life, you are actually setting in motion the process of creation and bring it to a stop.

     
  12. ulhye rose kiliroong

    Juli 23, 2013 at 5:19 am

    thanks ya uda ksih solusi buat pmelihaera kucing

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Learning English Matters

It's about learning a little English every day

Learn British English

New material at http://www.learnbritishenglish.co.uk/ from April 2013

dianaramadhani

Just another WordPress.com site

feraasmarita2012

A topnotch WordPress.com site

Kate, Cracking Up

Cracked in All Ways Except the Illegal Ones

Badarudin | PGSD FKIP UM Purwokerto

Pendidikan Merancang Masa Depan

noviaanjani1593

Just another WordPress.com site

Feraasmarita's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: